bocoran admin jarwo
slot gacor
STAIMPRO Mantapkan Upaya Pendirian ITB Muhammadiyah Probolinggo - Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Probolinggo

Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Probolinggo

Berita

Pasca turunnya SK Badan Pembina Harian ITBM Probolinggo dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, tim pendirian melakukan kunjungan ke Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) dan Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Muhammadiyah Tulungagung (ITBKes MT) pada hari Selasa (21/6). Kunjungan tersebut sebagai pemantapan dari upaya pendirian Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) di Probolinggo . Tim yang berjumlah enam orang tersebut dipimpin oleh ketua STAIMPRO, Dr. Benny Prasetiya, M.Pd.I. Ikut serta dalam rombongan adalah M. Alfi Syahrin, M.H (Wakil Ketua III), Tuhfatul Janan, M.Si. (asisten wakil ketua I), M. Arifin, M.H (ketua LPM), Imanuddin Abil Fida (kaprodi HKI) dan Dr. Jadid Khadavi, M.Si (tim pendirian ITB Muhammadiyah Probolinggo). Rombongan tiba di kampus pada pukul 09.00 WIB dan diterima oleh Suripto, M.Pd, ketua STAIM Tulungagung, beserta para wakil ketua beserta dosen. Hadir pula ketua ITBKes Muhammadiyah Tulungagung, Dwi Septian Wijaya, S.Kep., M.KM. ITBKes MT yang mulai menerima mahasiswa baru pada tahun akademik 2022/2023 masih berlokasi di kampus STAIM Tulungagung.  

Dalam sambutannya, Pak Benny menegaskan bahwa kunjungan STAIMPRO kali ini menjadi kunjugan yang kedua sebagai upaya untuk belajar bersama-sama, utamanya dalam hal pendirian ITBKes MT. Beliau berharap keberhasilan STAIM Tulungagung menginisiasi pendirian ITBKes MT dapat ditularkan. Sehingga keberhasilan (success story) tersebut juga terjadi di Probolinggo. Rencananya, ITBM Probolinggo akan membuka minimal empat prodi dan bisa bertambah seiring dinamika yang terjadi. Sampai saat ini, empat prodi yang direncanakan adalah bisnis digital, manajemen retail, teknik industri dan ilmu komputer. Maka kunjungan kali ini diharapkan mampu menambah inspirasi dan motivasi untuk mempercepat realisasi berdirinya ITBM Probolinggo. Selain pula tentunya sharing ilmu mengenai dinamika yang terjadi di kedua Sekolah Tinggi yang sudah sama-sama berjalan lama.

Sementara itu, dalam sambutannya, Pak Suripto bercerita tentang dinamika yang ada di STAIM Tulungagung dan awal mula inisiatif pendirian ITBM Tulungagung. “Awalnya memang kami hendak mendirikan ITBM, namun izin yang keluar adalah ITBKes. Tujuannya adalah menambah animo calon mahasiswa untuk berkuliah dengan pilihan prodi yang lebih beragam. Proses yang kami lalui cukup panjang, sehingga butuh sekitar dua tahun hingga izin ITBKes keluar.” Menurutnya, perlu ada tim dan orang-orang yang benar-benar fokus untuk mendalami proses pendirian ITBKes. Sehingga, tim mampu mengikuti proses dari awal hingga keluarnya SK Pendirian.

Pada kesempatan yang sama, Pak Dwi sebagai rektor ITBKes MT memaparkan proses pendirian dari awal. Menurutnya, proses harus diawali dengan studi kelayakan pendirian ITBM yang diajukan ke LLDIKTI VII. Di dalamnya, terdapat berbagai hal yang dibutuhkan bagi perguruan tinggi seperti dosen dan tenaga kependidikan, kurikulum, prospek lulusan di dunia kerja, rancangan anggaran dan lainnya. “Setelah studi kelayakan diajukan secara online, tim LLDIKTI VII akan turun ke lapangan. Barulah akan turun rekomendasi yang harus diteruskan untuk pengajuan prodi-prodi baru ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga melalui online. Kita harus mengikuti setiap proses termasuk beberapa revisi yang diminta hingga proposal kita berikut persyaratannya dinyatakan lengkap. Barulah akan keluar SK Pendirian.” Ceritanya.

Pertemuan dilanjutkan dengan diskusi berbagai macam topik yang tidak keluar dari upaya pengembangan institusi perguruan tinggi. Mulai dari strategi Penerimaan Mahasiswa Baru, pengembangan Sumberdaya Manusia, optimalisasi publikasi ilmiah, kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan termasuk usaha pengembangan dan perwajahan bangunan kampus. Tanpa terasa diskusi berlangsung hingga pukul 15.00 WIB dan diakhiri dengan foto bersama. Ketiga institusi sepakat untuk melanjutkan silaturrahim dan saling bersinergi daam rangka pengembangan berbagai bidang sehingga mampu bertahan dalam kompetisi global utamanya untuk meningkatkan kapasitas masing-masing. (red)

Share this...